Pasangan Selingkuh Berubah Jadi Patung


Kawasan rekreasi sunan Giri Gresik adalah kawasan yang religi, adapun tujuan rekreasi,ziarah ketempat tersebut adalah untuk mengenang perjuangan wali dalammendakwahkan Islam. Karena keriligiusan tersebut maka kawasan tersebut dianggap keramat. 

Era modern ini banyak kalangan melanggar aturan dan norma tersebut,ini terlihat beberapa waktu ada sepasang kumpulkebo,selingkuh masing-masing bersuamidan beristeri sedang melakukan perbuatan mesum dikawasan keramat tersebut. Berkat kuasa Allah ta’ala kedua manusia yang sedang melakukan dosa tersebut berubah menjadi patung.

Berikut ini adalah  gambar kedua insan tersebut raja jempol ambil dengan kamera handphone.
selingkuh jadi patung

Ambil hikmahnya jangan sekali-kali berbuat dosa, karena biarpun dilakukan sembunyi Allah ta’ala senantiasa mengetahui.

Makalah Aplikasi Ilmu Sosiologi

Bagi adik-adik pelajar SMA berikut ini Raja Jempol share contoh makalah sosiologi yang bertemakan Aplikasi Ilmu Sosiologi. Aplikasi atau penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat, berikut ini contoh makalahnya :
Makalah Sosiologi
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT saya dapat menyelesaikan tugas sosiologi ini dengan sebaik-baiknya bedasarkan kurikulum. Makalah ini saya susun dengan maksud meleng kapi salah satu tugas sosiologi yang berjudul “Aplikasi Ilmu Sosiologi”, sebagai wujud pengetahuan tentang bagaimana ilmu sosiologi diimplementasikan,diterapkan dalamkehidupan bermasyarakat.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih kekurangan dalam penyusunannya, oleh sebab itu dengan penuh rendah hati saya mohon para pembaca memberikan saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya karya tulis ini.
Akhir kata, saya ucapkan tetrima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan member masukan terutama guru pengajar ilmu sosiologi yang telah membimbing saya dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembacanya. Amin.


                                                                                                                             Penulis
DAFTAR ISI

Judul makalah .........................................................................................................   1
Kata Pengantar ........................................................................................................  2
Daftar Isi..................................................................................................................   3
A. Penerapan / Aplikasi Ilmu  Sosiologi Dalam Kehidupan  Bermasyarakat
1.      Perencanaan Sosial (Social Planning)…………………………………….    4
2.      Melakukan Penelitian Sosiologis sebagai Penunjang Pembangunan…….     5
B. Penerapan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial……………………...      6
C. Pengendalian Sosial ( Social Control )
1.      Pengertian pengendalian sosial…………..................................................     7
2.      Tujuan pengendalian social.......................................................................      7
3.      Ciri-ciri pengendalian sosial.....................................................................       8
4.      Fungsi pengendalian sosial.......................................................................      8
Kesimpulan............................................................................................................     9
Daftar Pustaka......................................................................................................      10

A.    Penerapan / Aplikasi Ilmu  Sosiologi Dalam Kehidupan  Bermasyarakat
Sosiologi merupakan suatu kajian mengenai masyarakat dan hubungannya dengan lingkungan dimana masyarakat tersebut tinggal. Kajian ini dapat memberikan pengetahuan bagi siapapun yang mempelajarinya. Pengetahuan sosiologi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan melalui beberapa  macam hal sebagai berikut.

1.      Perencanaan Sosial (Social Planning)
Perencanaan social(Social Planning) hingga saat ini sudah menjadi ciri umum masyarakat yang sedang berkembang atau masyarakat yang sedang mengalami perubahan. Tujuan dari adanya perencanaan social ini adalah untuk memprediksi dan membatasi keterbelakangan unsur-unsur kebudayaan material maupun teknologi.
Dalam ilmu sosiologi,perencanaan social haruslah berdasarkan terhadap pengertian mendalam pada berkembangnya kebudayaan dari taraf perkembangan terendah sampai taraf modrn dan kompleks. Adanya pengertian terhadap hubungan antar manusia dengan alam sekitar,hubungan antar kelompok masyarakat, dan pengaruh budaya baru terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan.
George A. Lundberg menyatakan bahwa ketidaksanggupan menyelesaikan masalah disebabkan olah beberapa faktor,antara lain :
a) Kurangnya pengertian terhadap sifat hakikat masyarakat dan kekuatan untuk membentuk hubungan antarmanusia.
b) Kepercayaan bahwa masalah dapat selesai hanya dengan mendasaannya pada keinginan untuk memecahkan masalah tanpa adanya penelitian.
Kesulitan memecahkan masalah juga disebabkan adanya kepercayaan umum bahwa hubungan social tidak tunduk pada penelitian ilmiah dan masyarakat percaya bahwa pemecahan masalah sudah diketahui hanya tinggal diterapkan. Tentunya kepercayaan tersebut sangatlah keliru, sebab masalah haruslah diteliti agar mengetahui penyebab masalah tersebut dan dapat mengetahui penyelesaian yang tepat untuk masalah tersebut.
Sedangkan Ogburn dan Nimkoff menyebutkan tentang prasyarat perencanaan social yang efektif
a) Adanya unsur modern dalam masyarakat yang menyangkut suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang,urbanisai yang teratur, intelegensia di bidang teknik & ilmu pengetahuan serta adanya sistem administrasi yang baik.
b) Adanya sistem pengumpulan data dan analisis yang baik.
c) Terdapat sikap public yang baik terhadap usaha perencanaan social.
d) Terdapat pemimpin ekonomi dan politik yang pogrsif.

2.      Melakukan Penelitian Sosiologis sebagai Penunjang Pembangunan
Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi serta dilakukan secara metodologis, sistematis, serta konsisten. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan suatu kebenaran guna mengetahui apa yang di hadapi dalam kehidupan.
Terdapat beberapa macam penelitian yaitu sabagai berikut :
a)  Penelitian Murni, bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.
b) Penelitian yang terpusatkan pada masalah, bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam perkembangan teori.
c) Penelitian terapan, bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat atu pemerintah.
Pada dasarnya setiap penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, di kenal adanya penelitian ilmu social, ilmu alam, dan ilmu budaya. Dalam penelitian ilmu social terdapat penelitian sosiologis dan penelitian lainnya.
Penelitian sosiologis merupakan proses pengungkapan kebenaran melalui konsep-konsep.

 Adapun konsep dasar dalam sosiologi meliputi :
a.       Interaksi social                        e. lapisan social
b.      Kelompok social                      f. kekuasaan dan wewenang
c.       Kebudayaan                            g. perubahan sosial
d.      Lembaga social                        h. masalah sosial
Berbagai hasil penelitian sosiologis dapat di manfaatkan oleh ilmi-ilmu sosial lainnya.
Data-data sosiologis yang dapatdigunakan sebagai penunjang proses pembangunan adala sebagai berikut :
a)  Pola interaksi sosial, pengetahuan tentang pola interaksi social sangat penting artinya dalam penciptaan suasana yang kondusif bagi proses pembangunan.
b)  Kelompok-kelompok social merupakan bagian dari masyarakat.
c)  Kebudayaan yang berintikan nilai-nilai.
d) Lembaga-lembaga sosial yang menjadi kesatuan kaidah-kaidah tentang kebutuhan dasr manusia dan kelompok social.
e)  Stratifikasi social untuk mengetahui pihak-pihak yang dapatdi jadikan panutan dalam pembangunan.
Pada tahap pelaksanaan perlu di lakukan identifikasi terhadap kekuatan social yang ada dalam masyarakat. Semua hasil penelitian sosiologis baik pada tahap perencanaan ataupun dalam tahap pelaksanaannya dapat di gunakan sebagai bahan yang akan di nilai pada tahap evaluasi.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan masyarakat yang majemuk dan memiliki begitu banyak suku bangsa dan budaya di dalamnya. Adanya kemajemukan ini merupakan suatu persoalan yang harus di hadapi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu pembangunan haus di jalankan sesuai dengan realitas social serta kepentingan nasional.

B.     Penerapan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial
Menurut Roucek dan Warren, masalah sosial merupakan masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, masalah sosial adalah masalah yang melibatkan sejumlah besar manusia dalam pemenuhan kehendak biologis dan sosial. Sebagai contohnya, masalah yang berhubungan dengan terjadinya benturan institusi, rendahnya pengawasan sosial atau kegagalan dalam menjalankan kaidah-kaidah.
Berbagai usaha dan cara telah banyak dilakukan untuk menanggulangi masalah-masalah sosial, akan tetapi belum ada metode yang ampuh untuk mengatasinya. Kesulitan ini dikarenakan masalahmasalah yang timbul tidaklah selalu sama, baik latar belakang, waktu maupun pengaruh-pengaruh yang menyertainya. Selain itu, metode dan analisis yang ada dalam masyarakat tidak mampu mengimbangi cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi.
C.    Pengendalian Sosial ( Social Control )
Bagaimana suatu kelompok membuat anggotanya berbuat sesuai dengan apa yang diharapkan. Dan juga bagaimana suatu perusahaan membuat orang yang terlibat didalamnya bekerja dengan tugas masing-masing sesuai yang ditargetkan. Kajian tentang bagaimana masyarakat mengatur dirinya agar sesuai dengan apa yang diinginkan merupakan objek kajian dan studi pengendalian sosial.
a) Pengertian pengendalian sosial
1. Bruce J. Cohen
Menurutnya pengendalian sosial adalah metode yang digunakan untuk mendorong seseorang bertindak selaras sesuai apa yang diinginkan masyarakat luas
2. Joseph S. Roucek
Menurutnya pengendalian sosial adalah segala proses baik yang direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat supaya mematuhi kaidah sosial yang berlaku
3. Peter L. Berger
Menurutnya pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang
         Jadi dapat diartikan bahwa pengendalian sosial sebagai pengawasan terhadap tingkah laku anggota masyarakat agar tidak menyimpang dari nilai dan norma sosial. Dengan adanya pengendalian sosial diharapkan dapat mencegah penyimpangan sosial serta mengarahkan agar sesuai dengan nilai dan noram sosial yang berlaku.
b) Tujuan pengendalian sosial
Pengertian pengendalian sosial meliputi segala proses baik yang direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat supaya mematuhi kaidah sosial yang berlaku.
Tujuan pengendalian sosial adalah :
·         Agar masyarakat mematuhi norma yang berlaku
·         Mewujudkan keserasian dan ketentraman dalam masyarakat
·          Bagi yang menyimpang diusahakan kembali mematuhi norma yang berlaku
c)      Ciri-ciri pengendalian sosial
·         Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat
·         Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan yang terjadi di masyarakat
·          Dapat dilakukan kelompok pada kelompok atau kelopok terhadap individu
·         Dilakukan secara timbal balik
d)     Fungsi pengendalian sosial
Fungsi utama pengendalian sosial adalah mewujudkan ketertiban dan ketentraman di masyarakat.
Ada lima fungsi pengendalian sosial menurut Koentjaraningrat :
1 . Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
Usaha yang dilakukan adalah sebagai berikut
a. Pendidikan
Melalui lembaga pendidikan anak diajarkan untuk meyakini norma sosial, baik itu di sekolah, rumah, maupun masyarakat. Yang paling penting adalah di rumah karena merupakan lembaga pendidikan pertama yang dikenal anak.
b.Sugesti sosial
Pengaruh untuk mempertebal keyakinan dengan melalui cerita.
c. Menonjolkan kelebihan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
2.Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma
Pemberian imbalan berupa pujian, materi atau penghormatan diharapkan dapat membuat orang tersebut tetap melakukan hal yang baik
3. Mengembangkan rasa malu
Perasaan  malu akan timbul jika memiliki harga diri dan jika melakukan pelanggaran terhadap norma norma yang berlaku. Celaan akan membuat para pelakunya tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi.
4 . Mengembangkan rasa takut
Rasa takut akan membuat orang tidak melakukan perbuatan yang akan merugikannya sehingga ia berbuat baik sesuai dengan norma yang berlaku. Rasa takut timbul karena adanya ajaran agama yang meyakini adanya hukuman yang akan diterima di akhirat.
5 . Menciptakan sistem hukum
Sistem hukum berisi seperangkat hukum yang disusun negara yang betujuan menciptakan keamanan dalam kehidupan masyarakat.

Kesimpulan
Dengan penerapan atau aplikasi ilmu sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat yang dapat dilakukan secara :
·         Perencanaan Sosial
·         Penelitian sosiologi sebagai penunjang pembangunan
·         Penerapan sosiologi sebagai pemecah masalah
·         Kontrol terhadap penerapan sosiologi
Maka diharapkan dalam kehidupan sosial masyarakat akan terlihat harmonis,amantenteram karena setiap warga masyarakat mengetahui mana hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat.
Untuk itulah perlunya pendidikan ilmu sosiologi dalam sekolah sehingga siswa diajari sejak dini agar mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dari lingkungan sekolah kemasyarakat yang lebih luas.


Daftar Pustaka
§  www.wikipedia.co.id/penerapan ilmu sosiologi
§  Buku paket Ilmu Sosiologi kelas X SMA

MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH

A. Pengertian
Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban (Lipham, 1985; Keith, 1991).

Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.

B. Prinsip-prinsip
Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah prinsip. Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan. Berikut ini dibahas masing-masing prinsip tersebut, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.

1. Transparansi
Transparan berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.

Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua siswa misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) bisa ditempel di papan pengumuman di ruang guru atau di depan ruang tata usaha sehingga bagi siapa saja yang membutuhkan informasi itu dapat dengan mudah mendapatkannya. Orang tua siswa bisa mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dari orang tua siswa dan digunakan untuk apa saja uang itu. Perolehan informasi ini menambah kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah.

2. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu:
1) Adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah,
2) Adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya,
3) Adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat.
3. Efektifitas
Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
4. Efisiensi
Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:
a. Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya
Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.
b. Dilihat dari segi hasil
Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.
Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan terhadap masyarakat secara memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab.

C. Tujuan Manajemen Keuangan
Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah:
1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah.
3. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggung-jawaban keuangan serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Tujuan utama manajemen keuangan adalah:
1. Menjamin agar dana yang tersedia dipergunakan untuk kegiatan harian sekolah dan menggunakan kelebihan dana untuk diinvestasikan kembali.
2. Memelihara barang-barang (aset) sekolah.
3. Menjaga agar peraturan-peraturan serta praktik penerimaan, pencatatan, dan pengeluaran uang diketahui dan dilaksanakan.

D. Tugas Manajer Keuangan
Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi Otorisator, Ordonator, dan Bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.

Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.
Manajer keuangan sekolah berkewajiban untuk menentukan keuangan sekolah, cara mendapatkan dana untuk infrastruktur sekolah serta penggunaan dana tersebut untuk membiayai kebutuhan sekolah.
Tugas manajer keuangan antara lain:
1. Manajemen untuk perencanaan perkiraan.
2. Manajemen memusatkan perhatian pada keputusan investasi dan pembiayaannya
3. Manajemen kerjasama dengan pihak lain
4. Penggunaan keuangan dan mencari sumber dananya

Seorang manajer keuangan harus mempunyai pikiran yang kreatif dan dinamin. Hal ini penting karena pengelolaan yang dilakukan oleh seorang manajer keuangan berhubungan dengan masalah keuangan yang sangat penting dalam penyelenggaraan kegiatan sekolah. Adapun yang harus dimiliki oleh seorang manajer keuangan yaitu strategi keuangan. Strategi tersebut antara lain:
1. Strategic Planning
Berpedoman keterkaitan antara tekanan internal dan kebutuhan ekternal yang datang dari luar. Terkandung unsur analisis kebutuhan, proyeksi, peramalan, ekonomin dan financial.
2. Strategic Management
Upaya mengelolah proses perubahan, seperti: perencanaan, strategis, struktur organisasi, kontrol, strategis dan kebutuhan primer.
3. Strategic Thinking
Sebagai kerangka dasar untuk merumuskan tujuan dan hasil secara berkesinambungan.

E. Sumber-Sumber Keuangan Sekolah
1. Dana dari Pemerintah
Dana dari pemerintah disediakan melalui jalur Anggaran Rutin dalam Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang dialokasikan kepada semua sekolah untuk setiap tahun ajaran. Dana ini lazim disebut dana rutin. Besarnya dana yang dialokasikan di dalam DIK biasanya ditentukan berdasarkan jumlah siswa kelas I, II dan III. Mata anggaran dan besarnya dana untuk masing-masing jenis pengeluaran sudah ditentukan Pemerintah di dalam DIK. Pengeluaran dan pertanggungjawaban atas pemanfaatan dana rutin (DIK) harus benarbenar sesuai dengan mata anggara tersebut. Selain DIK, pemerintah sekarang juga memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana ini diberikan secara berkala yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional sekolah.
2. Dana dari Orang Tua Siswa
Pendanaan dari masyarakat ini dikenal dengan istilah iuran Komite. Besarnya sumbangan dana yang harus dibayar oleh orang tua siswa ditentukan oleh rapat Komite sekolah. Pada umumnya dana Komite terdiri atas :
a. Dana tetap bulan sebagai uang kontribusi yang harus dibayar oleh orang tua setiap bulan selama anaknya menjadi siswa di sekolah.
b. Dana incidental yang dibebankan kepada siswa baru yang biasanya hanya satu kali selama tiga tahun menjadi siswa (pembayarannya dapat diangsur).
c. Dana sukarela yang biasanya ditawarkan kepada orang tua siswa terterntu yang dermawan dan bersedia memberikan sumbangannya secara sukarela tanpa suatu ikatan apapun.
3. Dana dari Masyarakat
Dana ini biasanya merupakan sumbangan sukarela yang tidak mengikat dari anggota-anggota masyarakat sekolah yang menaruh perhatian terhadap kegiatan pendidikan di suatu sekolah. Sumbangan sukarela yang diberikan tersebut merupakan wujud dari kepeduliannya karena merasa terpanggil untuk turut membantu kemajuan pendidikan. Dana ini ada yang diterima dari perorangan, dari suatu organisasi, dari yayasan ataupun dari badan usaha baik milik pemerintah maupun milik swasta.
4. Dana dari Alumni
Bantuan dari para Alumni untuk membantu peningkatan mutu sekolah tidak selalu dalam bentuk uang (misalnya buku-buku, alat dan perlengkapan belajar). Namun dana yang dihimpun oleh sekolah dari para alumni merupakan sumbangan sukarela yang tidak mengikat dari mereka yang merasa terpanggil untuk turut mendukung kelancaran kegiatankegiatan demi kemajuan dan pengembangan sekolah. Dana ini ada yang diterima langsung dari alumni, tetapi ada juga yang dihimpun melalui acara reuni atau lustrum sekolah.
5. Dana dari Peserta Kegiatan
Dana ini dipungut dari siswa sendiri atau anggota masyarakat yang menikmati pelayanan kegiatan pendidikan tambahan atau ekstrakurikuler, seperti pelatihan komputer, kursus bahasa Inggris atau keterampilan lainnya.
6. Dana dari Kegiatan Wirausaha Sekolah
Ada beberapa sekolah yang mengadakan kegiatan usaha untuk mendapatkan dana. Dana ini merupakan kumpulan hasil berbagai kegiatan wirausaha sekolah yang pengelolaannya dapatj dilakukan oleh staf sekolah atau para siswa misalnya koperasi, kantin sekolah, bazaar tahunan, wartel, usaha fotokopi, dll.

F. Proses Pengelolaan Keuangan di Sekolah
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.

Dalam tataran pengelolaan Vincen P Costa (2000 : 175) memperlihatkan cara mengatur lalu lintas uang yang diterima dan dibelanjakan mulai dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan sampai dengan penyampaian umpan balik. Kegiatan perencanaan menentukan untuk apa, dimana, kapan dan beberapa lama akan dilaksanakan, dan bagaimana cara melaksanakannya. Kegiatan pengorganisasian menentukan bagaimana aturan dan tata kerjanya. Kegiatan pelaksanaan menentukan siapa yang terlibat, apa yang dikerjakan, dan masing-masing bertanggung jawab dalam hal apa. Kegiatan pengawasan dan pemeriksaan mengatur kriterianya, bagaimana cara melakukannya, dan akan dilakukan oleh siapa. Kegiatan umpan balik merumuskan kesimpulan dan saran-saran untuk kesinambungan terselenggarakannya Manajemen Operasional Sekolah.

Muchdarsyah Sinungan menekankan pada penyusunan rencana (planning) di dalam setiap penggunaan anggaran. Langkah pertama dalam penentuan rencana pengeluaran keuangan adalah menganalisa berbagai aspek yang berhubungan erat dengan pola perencanaan anggaran, yang didasarkan pertimbangan kondisi keuangan, line of business, keadaan para nasabah/konsumen, organisasi pengelola, dan skill para pejabat pengelola.
Proses pengelolaan keuangan di sekolah meliputi:
1. Perencanaan anggaran
2. Strategi mencari sumber dana sekolah
3. Penggunaan keuangan sekolah
4. Pengawasan dan evaluasi anggaran
5. Pertanggungjawaban
Pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah diatur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Ada beberapa hal yang berhubungan dengan penyusunan RAPBS, antara lain:
1. Penerimaan
2. Penggunaan
3. Pertanggungjawaban

G. Pengelolaan Keuangan Sekolah yang Efektif
Pengelolaan akan dianggap efektif apabila merujuk pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk satu tahun pelajaran, para kepala sekolah bersama smua pemegang peran di sekolah pada umumnya menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Merancang suatu program sekolah yang ideal untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada tahun pelajaran yang bersangkutan.
2. Melakukan inventarisasi semua kegiatan dan menghitung perkiraan kebutuhan dana penunjang.
3. Melakukan peninjauan ulang atas program awal berdasarkan kemungkinan tersedianya dana pendukung yang dapat dihimpun.
4. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran yang bersangkutan.
5. Melakukan perhitungan rinci pemanfaatan dana yang tersedia untuk masing-masing kegiatan (Depdiknas, 2000 : 178 – 179)
6. Menuangkan perhitungan-perhitungan rinci tersebut ke dalam suatu format yang telah disepakati untuk digunakan oleh setiap sekolah.
7. Pengesahan dokumen RAPBS oleh instansi yang berwenang

Dengan tersedianya dokumen tertulis mengenai RAPBS tersebut Kepala Sekolah dapat mengkomunikasikannya secara terbuka kepada semua pihak yang memerlukan. Sumber dana yang tersedia di dalam RAPBS di manfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan manajemen operasional sekolah pada tahun pelajaran yang bersangkutan. Pada umumnya pengeluaran dana yang dihimpun oleh sekolah mencakup 5 kategori pembiayaan sebagai berikut :
1. Pemeliharaan, rehabilitasi dan pengadaan sarana/prasarana pendidikan.
2. Peningkatan kegiatan dan proses belajar mengajar.
3. Peningkatan kegiatan pembinaan kesehatan.
4. Dukungan biaya kegiatan sekolah dan peningkatan personil.
5. Kegiatan rumah tangga sekolah dan BP3

Dana yang tersedia di dalam RAPBS dapat sekaligus mencakup kegiatan untuk pengembangan sekolah. Namun demikian dana untuk keperluan pengembangan sekolah dapat disediakan secara khusus, sebagai tambahan dari RAPBS yang telah disusun. Untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah diprogramkan sekolah dalam satu tahun pelajaran, diperlukan tersedianya sejumlah dana tertentu pula. Berapa besarnya dana yang diperlukan oleh sekolah agar tujuan itu dapat dicapai telah dihitung secara cermat oleh setiap sekolah melalui penyusunan RAPBS. Apabila jumlah dana yang diperlukan pada satu tahun pelajaran dibagi dengan jumlah semua siswa kelas I, II dan III di sekolah itu, maka akan ditemukan Satuan Harga Per Siswa (SHPS). Jumlah dana yang diperlukan oleh setiap sekolah sangat beragam. Jumlah siswa pada setiap sekolah pun berbeda-beda. Oleh karena itu SHPS pada masing-masing sekolah dengan sendirinya akan berbeda pula. Meskipun demikian sebenarnya harus ada suatu patokan SHPS minimal agar suatu mutu pendidikan tertentu dapat dicapai secara nasional.

H. Penyusunan RAPBS
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) harus berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional tahunan. RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi bangunan sekolah, pemeliharaan, buku, meja dan kursi. Penyusunan RAPBS tersebut harus melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, staf TU dan komunitas sekolah. RAPBS perlu disusun pada setiap tahun ajaran sekolah dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan sekolah secara optimal.
Prinsip Penyusunan RAPBS, antara lain:
1. RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran murid secara jujur, bertanggung jawab, dan transparan.
2. RAPBS harus ditulis dalam bahasa yang sederhana dan jelas, dan dipajang di tempat terbuka di sekolah.
3. Dalam menyusun RAPBS, sekolah sebaiknya secara saksama memprioritaskan pembelanjaan dana sejalan dengan rencana pengembangan sekolah.
Proses penyusunan RAPBS meliputi:
1. Menggunakan tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah
2. Menghimpun, merangkum, dan mengelompokkan isu-isu dan masalah utama ke dalam berbagai bidang yang luas cakupannya,
3. Menyelesaikan analisis kebutuhan,
4. Memprioritaskan kebutuhan,
5. Mengonsultasikan rencana aksi yang ditunjukkan/dipaparkan dalam rencana pengembangan sekolah,
6. Mengidentifikasi dan memperhitungkan seluruh sumber pemasukan,
7. Menggambarkan rincian (waktu, biaya, orang yang bertanggung jawab, pelaporan, dsb.), dan mengawasi serta memantau kegiatan dari tahap perencanaan menuju tahap penerapan hingga evaluasi.

F. Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah

Kepala sekolah wajib menyampaikan laporan di bidang keuangan terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah. Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang digunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana. Jika dana tersebut diperoleh dari orang tua siswa, maka dana tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah kepada orang tua siswa. Begitu pula jika dana tersebut bersumber dari pemerintah maka akan dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.



Ciri-ciri Cewek Berbiaya Mahal

Setiap cowok pastilah mengingkan seorang cewek sebagai calon pedamping hidupnya agar senantiasa bahagia. Dalam kenyataannya diera modern dan kapitalis ini akibat dampak globalisai muncullah gaya hidup Hedonis sehingga memunculkan istilah “Cewek Matre” dan “Cowok Matre”. Karena Raja Jempol sebagai seorang cowok untuk itu pada artikel kali ini coba berbagi bagaimana ciri-ciri seorang cewek “Berbiaya Mahal”...bukan berarti cewek matre,tetapi pola hidupnya yang mahal.
cewek mahal
Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kulit yang bagus, dan kondisi tubuh yang fit,sexy dengan caranya sendiri.
2. Perlu dikirimkan kata-kata 'Aku Cinta Padamu' beberapa kali dalam sehari kalau perlu perjam
3. Selalu terlambat dalam setiap kegiatan
4. Menghabiskan lebih lama di kamar mandi tidak tahu apa yang dilakukan,kebanyakan mandi secara mendetail plus menyanyi.
5. Menghabiskan banyak waktu demi penampilannya,make-up,pilih-pilih baju yang akan dipakai dan lain-lain.
6. Tidak akan memakai sesuatu yang tidak bermerek, cenderung memilih sesuatuyang terkenal dan mahal.
7. Selalu khawatir mengenai pendapat negatif orang lain terhadap dirinya
8. Menolak untuk memasaksendiri
9. Menolak menggunakan transportasi umum
10.Tidak akan melangkah keluar rumah tanpa gaya rambut,pakaian, make-up yang benar-benar jadi andalannya
11.Selalu membersihkan pakaian, sepatu agar terlihat bersih
12.Hanya mau diajak menginap di hotel bintang 4 atau 5
13.Tidak suka keluar keringat dan takut merusak make-upnya
14.Suka makan direstaurant yang terkenal
15.Selalu berkaca setiap akan memasuki sesuatu tempat yang ramai.

Itulah beberapa ciri cewek berbiaya mahal yang bisa dijadikan panduan bagi para cowok untukmencari pasangannya.

Toefl Listening

Artikel Raja Jempol kali ini membahas tentang TOEFL lanjutan artikel pada posting yang lalu. Dengan tema Toefl Listening

Listening:
In this part you will see several longer conversations and talks. You should answer each question on the basis of what is stated or implied by the speakers in the conversation or talks.
Narrator: Listen to a lecture by a biology instructor.
Many people think of goriftas as dangerous killers. One reason for this is that television and movies often show these animals this way. But gorillas are really gentle ammals. The gorilla is a vegetarian. It lives in the Afi-ican rain forests where it finds the trults and plants it needs to survive. A large, wild gorilla might eat over 40 pounds of leaves and fruit in one day. Unfortunately, these peaceful creatures are in danger of becoming extinct. Each year, large areas of the rain forests are being cut down. Because there is less and less food fi-om these forests, the number of wild gorillas is becoming smaller and smaller.
1. The passage describes gorillas as being:
a. Dangerous killers b. Carnivores c. TV and movie stars d. Gentle animals
2. According to the passage, why are gorillas in danger?
a. Because people keep hunting them. b. Because they eat too much. c. Because forests get too much rain. d. Because their food supply is being destroyed.
3. If something is becoming extinct, it is:
a. Becoming lively. b. Dying out. c. Growing wild. d. Getting sick.

Narrator: Listen to the conversation between two graduate students.
Woman: What did you think about the assignment we were supposed to complete for our statistics class?
Man: I haven't done mine yet. Is it difficult? Woman: Kind of. It was full of probkms.
Man: Derivative problems?
Woman: Not really, More a review of the whole semester.
Man: Oh. Woman: It was time consuming.
Man: Really?
Woman. Yes. I started it at about lunch time and didn't finish it until supper. Man: I'm surprised at that.
Woman: I was too, I dicknot expect our professor would give us so much. Man: He usually doesn't.
Woman: I know. That is why I was surprised.
Man: Well, I do have some free time this afternoon. Do you know when it is due? Woman: Tomorrow.
Man: Well, I better get moving.
21. What was on the assignment?
a. Derivative problems
b. A review of the whole semester
c. What was for lunch
d. A surprise
22. What did the students find surprismg?
a. The length of the assignment
b. The problems
c. Lunch
d. The professor
23. 'What did the woman start at lunchtime?
a. The assignment
b. Derivative problems
c. Eating
d. A surprise
24. What will the rnan probably do next?
a. Eat supper
b. Move out
c. Complete the assignment
d. Ask the woman to supper
Narrator: Listen to part of a conversation between a student and a clerk in a college bookstore.
Man: I need to buy an basic English textbook.
Woman: Okay. What is the course number?
Man: You mean there is more than one
Woman: Sure. We offer Poetry, Writing, and Literature.
Man. If I take Poetry will we write sonnets?
Woman: Not really. The Poetry class is very basic rhyming.
Man: Great. That is what I wanted to hear. How much is that one?
Woman: It's twenty-nine dollars, plus a ten-dollar notebook fee.
Man: Wait a minute, can't I just use my own notebook.
Woman: Most students prefer the special poetry notebook, so we made it a requirement.
Man: Okay. take one Poetry book and notebook. Do you take credit cards?
Woman: Yes, but you don't have to pay now. Just fill out this form and we will bill you. Man: Sounds great.
25. What kind of English textbook does the man decide to buy?
a. Writing
b. Literature
c. Poetry
d. Sonnets
26. How much does the Poetry book cost?
a. Twenty-nine dollars
b. Ten-dollars dollars
c. Thirty-nine dollars
d. Twenty-eight dollars
27. Why do the students purchase a poetry notebook?
a. Because they like poetry
b. They are out of paper
c. It is required
d. It makes them feel special
28. How will the man pay for the textbook?
a. With a check
b. With cash
c. With a credit card
d. With an exchange
29. What will the man probably do?
a. Pay now
b. Pay with a bill
c. Go to another store
d. Buy another textbook
Narrator: Listen to part of a lecture in a wetlands ecology class. The professor is talking about sanderlings.
Urbanization and coastal development has dramatically reduced the beach habitat available for foraging shorebirds worldwide. This study tested the general hypothesis that recreational use of shorebird foraging areas adversely affects the foraging behavior of sanderlings Calidris alba. Observations conducted on two central California beaches from January through May and September through December of 1999 showed that number and activity of people significantly reduced the amount of time sanderlings spent foraging. Although the sample size was low, the most significant negative factor was the presence of free running dogs on the beach. The experimentally determined minimal approach distance did not vary significantly with the type of human activities tested. Based on
these results, policy recommendations for minimizing the impact of human beach activities on foraging shorebirds include: (1) people maintain a minimum distance of 30 m from areas where shorebirds concentrate and (2) strict enforcement of leash laws
A total of 492 focal birds were observed, of which a sanderlmg was disturbed by passing humans on an average of one every 15 min with 96% of those sanderlings responding to humans at a distance of 30 m or less (Fig. 1). Sanderlings responded to human activity by either running (42%) or flying (58%). Within the 1-mM sampling time, the disturbed sanderling generally moved once (58%), with 42% moving more than once due to human disturbance.
30. What hypothesis did this study test?
a. People maintain a minimum distance from where shorebirds congregate.
b. Recreational use of shorebird foraging areas conversely affects the foraging behavior of sanderlings.
c. Recreational use of shorebird foraging areas adversely affects the foraging behavior of sanderlings.
d. Recreational use of shorebird foraging areas adversely affects the foraging behavior of sanderlings. 42% of shorebirds move due to human disturbance.
31. What percent of responding sanderlings were disturbed by passing humans at a distance of 10 meters or less?
a. More than 70 percent
b. More than 80 percent
c. Less than 60 percent
d. Less than 0 percent
32. What are some environmentally sound results to come from this study?
a. Enforcement of leash laws would be effective.
b. Observe Calidris Alba daily.
c. People should maintain a minimum distance of 30 meters from shorebirds.
d. Coastal development has dramatically reduced the beach.
33. This experiment determined that the most significant negative factor to reduce the amount of time that sanderlings spent foraging was:
a. Humans passing once every 15 minutes.
b. Humans disturbing the sand
c. Sanderlings running or flying
d. Free running dogs
Narrator: Listen to a conversation between a student and a graduate assistant in the marketing department.
Man: May I help you'?
Woman: Hello, My name is Rebecca Smith and I have an appointment Monday at ten o'clock with Dr. Cudd.
Man: Yes, ten on Monday. I see it here on his planner.
Woman: Well, I was wondering if it would be possible to move my appointment until later in the afternoon on Monday.
Man: I'm sorry, but Dr. Cudd is tied up in meetings all afternoon.
Woman: Oh.
Man: There is an appointment earlier that morning, if that would help you. Or you could see him Tuesday afternoon at two.
Woman. No thanks. I'll just rearrange my schedule.
34. Why did the woman go to the marketing department?
a. To change her appointment time
b. To schedule her appointment
c. To cancel her appointment
d. To rearrange her class schedule
35. What does the man say about Dr. Cudd?
a. He will be out of town Monday
b. He will be rescheduling all Monday appointments for Tuesday
c. He is busy Monday afternoon
d. He is available Monday afternoon
36. What did the graduate assistant offer?
a. To give her an appointment Monday afternoon
b. To give her an appointment Tuesday at two, or earlier Monday
c. To cancel her appointment
d. To give her an appointment next week
37. What did the woman decide to do?
a. Make a new appointment
b. Keep the original appointment
c. Go to the meeting with Dr. Cudd d, Go to another department
Narrator: Listen to part of a lecture in a macroeconomics class. The professor will be taking about the indicators business cycle.
Because the business cycle is related to aggregate economic activity, a popular indicator of the business cycle in the U.S. is the Gross Domestic Product or GDP. The financial media generally considers two consecutive quarters ofnegative GDP growth to indicate a recession. Used as such, the GDP is a quick and simple indicator of economic contractions. However, the National Bureau of Economic Research (NBER) weighs GDP relatively low as a primary business cycle indicator because GDP is subject to frequent revision and it is reported only on a quarterly basis (the business cycle is tracked on a monthly basis). The NBER relies primarily on indicators such as the following:
• employment
• personal income
• industrial production
Additionally, indicators such as manufacturing and trade sales are used as measures of economic activity.
38. What is the main topic of this lecture?
a. Gross Domestic Product
b. Indicators of the business cycle
c. National Bureau of Economic Research
d. Employment
39. Which of the following is used as a quick and simple indicator of economic contractions?
a. Gross Domestic Product
b. Employment
c. Personal Income
d. Industrial Production
40. What is used to indicate a recession?
a. two consecutive quarters of negative growth
b. two consecutive quarters of positive growth
c. four nonconsecutive quarters of negative growth
d. four nonconsecutive quarters of positive growth


Raja Jempol Blog